SADAP_ Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Cabang Kencong menggelar Apel Siaga Banser, Jumat (17/10/25) siang di halaman Universitas Al Falah As Sunniyah (UAS) Kencong, Jember.
Acara ini digelar sebagai respon atas tayangan Trans 7 yang ahir-ahir ini viral dan mendiskreditkan kyai dan pondok pesantren.

Rizal Mumazziq Zionis, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur dalam orasinya menyampaikan, tidak ada lembaga pendidikan yang mampu bertahan lebih dari 500 tahun di Indonesia kecuali pondok pesantren.
Bahkan menurutnya, santri dan kiai turut serta berperan aktif dalam mempertahankan kemerdekaan.
“Hari ini, menjelang hari santri, ada kabar yang tidak mengenakkan, ada video yang mendiskreditkan para ulama, para kiai yang selama ini turut serta mencerdaskan bangsa, maka hal ini merupakan sesuatu penghinaan,” ungkapnya.
Merespon penghinaan tersebut, Gus Rizal mengajak kepada Ansor dan Banser untuk bertindak terukur, tidak melakukan penghinaan balik, apalagi melakukan pengerusakan.
Pria yang juga menjabat sebagai rektor UAS tersebut mengajak untuk melakukan tindakan dengan tetap menjaga marwah kyai NU dan pesantren.
“Bentuknya, setiap kali kita berkegiatan, rekam-rekam-rekam, sosialisasikan, niscaya tidak ada lagi orang-orang yang berpandangan buruk kepada Kiai dan santri,” tegasnya.
Menurutnya, tindakan tersebut adalah langkah aktif untuk mempromosikan dan, mensosialisasikan kebaikan pesantren dan kiai, pungkasnya.
Hadir sebagai peserta, ratusan mahasiswa UAS, Pengurus Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kencong, Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Ranting (PR) Ansor dan Banser Cabang Kencong. (*)










