SADAP_Prihatin dengan kondisi jalan yang rusak parah di wilayah Puger, Jember, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kencong mengambil langkah inisiatif dengan melakukan koordinasi dengan Polres Jember, Jumat (10/1/25). Langkah ini dilakukan untuk mencari solusi terhadap permasalahan yang berdampak signifikan pada aktivitas warga, terutama keselamatan pengendara.
Ketua PC GP Ansor Kencong, Agus Nur Yasin menyampaikan, bahwa kondisi jalan rusak di Puger tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga sering menyebabkan kecelakaan. “Sebagai organisasi yang hadir di tengah masyarakat, kami sering mendapat laporan dan keluh kesah, termasuk berkaitan dengan jalan rusak karena aktifitas kendaraan besar yang melintas di Jember selatan,”ujarnya.

Oleh karena itu, untuk mencari solusi kami berkordinasi dengan banyak pihak termasuk Polres Jember.
Ditemui Wakil Kapolres Jember Kompol Ferry Dharmawan, Agus menyampaikan bahwa aksi blokade truk muatan berat oleh masyarakat Puger sebenarnya bukan masalah baru, tetapi ini persoalan lama yang kembali terjadi.
“Masyarakat sudah jemu, dan ingin segera mencari solusi permasalahan rusaknya jalan tersebut, sehingga menggelar aksi blokade,” kata Agus.
Dalam pertemuan tersebut Agus juga merekomendasikan pengawasan terhadap kendaraan berat yang kerap melintas di wilayah tersebut, serta percepatan perbaikan jalan melalui sinergi antara pemerintah daerah dan dinas terkait.
Ferry, Wakapolres Jember, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh Ansor Kencong. “Kepedulian dari GP Ansor ini sangat membantu kami untuk memahami langsung aspirasi masyarakat. Kami akan menyampaikan kepada pimpinan untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, untuk menindaklanjuti masalah ini,” tegasnya.
Permasalah aksi di Puger ini, lanjut Ferry, adalah permasalahan yang kompleks, karena berkaitan dengan perekonomian masyarakat. “Di satu sisi, yang melakukan blokade adalah masyarakat yang mengklaim dirugikan karena aktifitas truk yang menyebabkan jalan rusak, namun di sisi lain, supir truk juga warga masyarakat yang mencari penghidupan,” ujarnya.
Namun, Ferry mengaku, pihaknya sudah melakukan langkah strategis dengan dengan menyurati pihak terkait, termasuk Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk rapat bersama menyoal persoalan di Jember Selatan tersebut.
“Kita tidak ingin ada konflik di bawah, oleh karena itu, langkah-langkah strategis telah kami lakukan, salah satunya penjadwalan pemberangkatan truk besar,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Ferry, pengalihan arus jalan juga sudah dilakukan, namun kembali di blok. Sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan langkah-langkah untuk mencari solusi permasalahan tersebut.

Agus Nur Yasin, Ketua Ansor Cabang Kencong ditemui Ferry Dharmawan, Wakapolres Jember.
(*)









